Pada hari Minggu, 26 February 2012 SIDDHI mengadakan acara Seminar Bisnis dengan tema “Jadilah Pribadi Bernilai”. Dengan bertempat di Vihara Buddhayana Surabaya. Jln. Putat Gede No.1, Surabaya, seminar kali ini menghadirkan 2 nara sumber yaitu Dr. Haryanto Tanuwijaya, S.Kom., M.MT. (Ketua SIDDHI, Pengajar dan Pebisnis IT) dan Kusno Sugeng Wongsodirdjo, MBA. (Pengusaha Property PT.MGM (Perumahan Puri Indah Sidoarjo)).

Topik pertama dibawakan oleh Bapak Haryanto Tanuwijaya yang mengangkat topik “Bagaimana Mempromosikan Diri”. Untuk menjadi pribadi yang bernilai maka kita juga harus mempunyai nilai jual, setelah kita mempunyai nilai jual maka selanjutnya adalah bagaimana kita mempromosikan diri sehingga orang lain dapat memahami potensi dalam diri kita. Untuk menjadi pribadi yang memiliki nilai jual maka kita harus membuat diri kita mempunyai pribadi-pribadi yang unggil antara lain: disiplin, rajin, tidak cepat putus asa, bertanggung jawab, sopan santun, dan lain-lain. Setelah itu apa yang harus kita lakukan untuk mempromosikan diri? Maka kita harus bisa berkomunikasi yang baik. Inti dari mempromosikan diri adalah bagaimana kita dapat berkomunikasi dengan baik kepada semua orang. Dengan pandai berkomunikasi dan pandai menempatkan diri dalam pergaulan maka kita secara otomatis akan menjadi pribadi yang bernilai.

Topik kedua dibawakan oleh Bapak Kusno Sugeng Wongsodirdjo dengan materi yang berupa sharing pengalaman beliau selama menjadi pengusaha. Pak Kusno banyak menceritakan pengalaman-nya baik ketika mendirikan perusahaan trading di Amerika Serikat maupun saat membangun bisnis property di Indonesia. Beliau yang sempat mengenyam pendidikan S1 di Amerika Serikat menerangkan perlunya ber-komunikasi yang baik, dengan ditunjang komunikasi yang baik, maka beliau dapat bekerja sama dengan kedubes RI di Amerika Serikat pada waktu itu untuk memasukkan barang garment dari Indonesia ke pasar Amerika Serikat. Seiring dengan mulai bangkitnya ekonomi RRT pada tahun 1990-an, maka serbuan barang garment dari RRT pun turut masuk ke pasar Amerika Serikat. Dikarenakan kurang kompetitifnya peraturan pemerintah Indonesia terhadap bisnis export garment, maka harga garment yang diimport dari Indonesia jauh lebih mahal daripada import dari RRT. Akibatnya bisnis garment Pak Kusno pun mengalami masa kesulitan. Bukanlah seorang entrepeneur kalau langsung menyerah pada kondisi ini, maka beliau akhirnya juga mendatangkan barang dari RRT sehingga mampu bersaing langsung dengan pengusaha China di Amerika Serikat. Kembali ke tanah air (Indonesia) pun beliau yang memiliki networking yang luas (akibat dari pandai berkomunikasi) maka beliau mulai memasuki bisnis property.

Berikut adalah beberapa foto acara kegiatannya:

Dr. Haryanto Tanuwijaya, S.Kom., M.MT. Kusno Sugeng Wongsodirdjo, MBA. Kusno Sugeng Wongsodirdjo, MBA.