Pertemuan rutin SIDDHI di bulan Februari 2009 ini diadakan di Imperial Ballroom 2 Pakuwon Golf & Family Club Surabaya pada tanggal 21 Februari 2009. Acara yang menghadirkan pembicara Bapak Kwik Kian Gie dan Jend (Purn) Wiranto, SH ini mengangkat topik “Kondisi Politik dan Ekonomi Dewasa Ini”. Acara yang dipandu oleh Bapak Kresnayana Yahya sebagai moderator ini mendapat sambutan yang antusias dari para undangan SIDDHI.

Acara ini diawali dengan doa dan nyanyian puji-pujian yang dibawakan oleh tim paduan suara Vihara Buddhayana Surabaya, kemudian acara dibuka oleh Bapak Kwik Kian Gie dan untuk sesi pertama waktu dan kesempatan diberikan kepada Bapak Jend (Purn) Wiranto, SH terlebih dahulu. Pada sesi ini Pak Wiranto menjelaskan kondisi politik Indonesia menjelang pemilu legislatif pada bulan April 2009. Kondisi politik di tahun 2009 ini memang sedang memanas karena Indonesia yang sekarang menganut sistem banyak partai dan juga penentuan anggota legislatif yang langsung dipilih oleh rakyat. Kemudian Pak Wiranto juga menjelaskan alasannya mendirikan partai Hanura sebagai kendaraan politiknya menuju RI 1. Kondisi moral bangsa yang memprihatinkan ini menurut Pak Wiranto memerlukan figur pemimpin yang STMJ (versi Pak Wiranto), STMJ tersebut adalah Sadar jabatan yang diangkat adalah amanah, Tahu masalah apa yang diselesaikan jadi tahu solusi, Mau dan mampu untuk memecahkan masalah bangsa ini dan menemukan solusi tidak hanya cukup mau tapi mampu, Jamin bahwa anda hanya mewakili rakyat dan menjalankan apa yang anda jabat. Semoga siapapun pemimpin yang nantinya menjadi RI 1 bisa mengaplikasikan STMJ-nya Pak Wiranto.

Sesi kedua dibuka oleh Pak Kwik Kian Gie yang meramalkan posisi rupiah bisa menyentuh Rp 13.000 untuk bulan Maret 2009 ini. Pak Kwik disini lebih banyak mengkritisi kebijakan pemerintah di bidang moneter yang menurutnya kurang berpihak pada sektor riil. Demikian juga dengan harga BBM yang menurut pemerintah sudah sesuai dengan harga minyak dunia namun menurut Pak Kwik hitung-hitungan yang diberikan pemerintah tidak transparan dan tidak sesuai dengan logika perhitungan menurut harga BBM di pasaran minyak dunia. “Semestinya harga BBM sekarang yang Rp 4.500 ini adalah rakyat yang mengsubsidi pemerintah”, ujar Pak Kwik. Untuk perhitungan detailnya dapat dilihat di artikel-artikel Pak Kwik yang ditulis di www.koraninternet.com. Selanjutnya Pak Kwik juga menceritakan pengalaman-pengalamannya selama menjadi menteri di era Megawati Soekarnoputri dan Gus Dur. Pak Kwik menjelaskan bahwa kepentingan-kepentingan asing (dalam hal ini negara-negara barat) sangat berpengaruh dan mampu memberikan tekanan-tekanan ekonomi maupun politik di Indonesia. Kondisi inilah yang membuat kebijakan ekonomi Indonesia tidak dapat menuju Indonesia yang mandiri. Pak Kwik juga menegaskan bahwa dirinya sudah pensiun dan tidak memiliki ambisi menjadi menteri ataupun mencalonkan diri untuk menjadi Presiden RI, “Tetapi klo sebagai penasihat ekonomi Indonesia, saya akan lakukan sepanjang hidup saya”, ujar Pak Kwik yang langsung disambut tepuk tangan seluruh undangan.

Acara seminar ini ditutup dengan nyanyian merdu dari Bapak Wiranto dengan lagu ciptaannya yang berjudul “Tuhan”.

Paduan Suara Seminar Seminar
Antusias Lagu Tuhan