Kegiatan Fang Sen merupakan hal yang tidak asing didengar oleh umat Buddha. Orang melakukan fang sen memilki motivasi dan alasan yang berbeda-beda, antara lain untuk pembukaan kantor/ usaha baru, pindahan rumah, pelimpahan jasa untuk orang sakit dan pengharapan pada suatu rencana.

Umat Buddha memandang fang sen ini merupakan kegiatan yang penting dan perlu untuk dilaksanakan secara terus-menerus. Hal ini karena fang sen memiliki makna spiritual yang sangat dalam, yaitu : Pengembangan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Salah satu cara untuk purifikasi karma buruk, khususnya karma membunuh, yaitu dengan melakukan hal yang berkebalikan (antidote). Dengan fang sen, kita telah memperpanjang umur makhluk hidup, yang berkebalikan dengan mengambil nyawa dari makhluk lain.

Pelepasan terhadap satwa mengandung arti pula dengan melepaskan penderitaan hewan dapat hidup bebas dihabitatnya diharapkan dengan perbuatan serupa tersebut kita pun dapat terbebas dari segala kesulitan dan kesukaran hidup yang kita hadapi dan alami.
Pengaruh ekosistem, yaitu kegiatan ini ikut menjaga dan memelihara keseimbangan alam, baik habitat yang hidup di air maupun di darat karena kita mengenal adanya hukum alam. Keseimbangan alam akan mempengaruhi hidup manusia. Oleh karena itu kita perlu bijaksana dalam mengatur dan memanfaatkan alam semesta. Tindakan pengalian alam secara maksimal tanpa ada upaya menjaga keseimbangan akan membawa bencana pada manusia nantinya.
Agar fang sen memiliki manfaat yang besar, ada beberapa hal yang perlu untu diperhatikan, yaitu :
1.    Sumber dana
Dana untuk kegiatan Fang sen hendaknya dana tersebut dikumpulkan dari pikiran ikhlas, sumbernya baik dan bersih. Dalam hal ini pelaku/ peserta pelepasan satwa diarahkan tidak hanya memberi  saja, tapi juga membangkitkan motivasinya dengan benar, supaya kebajikan yang diperoleh lebih berkualitas.
Untuk hal tersebut dianjurkan dana yang dikumpulkan merupakan akumulasi dana yang dilakukan rutin. Sehingga setiap saat kita dilatih untuk melakukan perbuatan baik lewat pikiran benar, perbuatan benar dan ucapan benar.
2.    Hewan
Hewan/ satwa yang akan dilepaskan sebaiknya tidak dipesan terlebih dahulu pada penjual. Hendaknya hewan tersebut adalah makhluk yang sedang terancam  nyawanya. Membantu makhluk yang terancam lebih baik karena mereka betul-betul membutuhkan. Hewan yang akan dilepaskan sesuai dengan habitatnya agar setelah dilepaskan hewan tersebut dapat hidup dan bertahan. Seperti hewan yang hanya dapat hidup di air tawar, kita tidak boleh melepaskan di laut karena akan membawa kematian begitu pun sebaliknya. Hewan tersebut sedapat mungkin mempunyai ketahanan hidup dengan lingkungan yang baru. Selain itu kita perlu menyadari pula tidak semua hewan dilepas dapat hidup mandiri.
3.    Pencarian tempat
Untuk hewan yang hidup di air, disesuaikan apakan mereka di air tawar atau air laut. Kalau hal tersebut tidak diperhatikan maka akan membawa kematian. Selain itu tempat air tersebut tidak tercemar dan hewan dapat hidup serta dapat berkembang biak. Sementara untuk hewan yang hidup di darat pilihlah daerah dimana banyak tanaman, pohon dan/ atau di hutan. Untuk daerah Surabaya ada beberapa tempat yang biasa dilakukan, seperti sekitar Monumen Kapal Selam, Kali brantas di daerah Jagir Wonokromo maupun tanam Flora.

Umumnya pelepasan satwa diawali dengan doa agar makhluk tersebut saat dilepaskan dapat bertahan hidup. Kalau pun kita tidak pandai dalam memanjatkan doa sekurang-kurangnya perbuatan kebajikan ini dapat didedikasi agar makhluk tersebut dapat hidup, berkembang biak dan pada kehidupan berikutnya dapat terlahir di alam bahagia. Sehingga kebajikan ini memiliki manfaat.

Terlepas dari kontra pendapat dan berbagai pandangan mengenai Fang Sen. Pelepasan satwa memiliki manfaat, antara lain : umat dapat ikut merasa bahagia secara langsung pada saat satwa tersebut dilepaskan ; menghimpun karma baik  merupakan salah satu praktek menjalakan Daya Upaya Benar, yaitu : memunculkan karma baik yang belum timbul serta mengembangkan karma baik yang telah muncul ; dan kebajikan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat didedikasikan untuk umur panjang bagi guru-guru spiritual, perluasan penyebaran Dharma, kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.