Pada umumnya manusia mempunyai dua ginjal. Namun, ada juga manusia yang harus hidup dengan satu ginjal. Penyebabnya bisa karena ia dilahirkan hanya dengan satu ginjal. Bisa pula lantaran ia kehilangan satu ginjalnya akibat penyakit, kecelakaan, atau didonorkan kepada orang lain.

“Kalau bisa memilih, lebih enak hidup dengan dua ginjal. Tetapi kadang dalam hidup ini terjadi hal yang tidak terduga dan kita harus menerima kenyataan kehilangan satu ginjal,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (11/10).

Ia mengingatkan agar setiap orang harus selalu memperhatikan kondisi ginjalnya. Jangan sembarangan minum obat kecuali atas petunjuk dokter. Berolah raga teratur, menjaga berat badan ideal, dan minum dua liter air putih setiap hari wajib dilakukan. Untuk pengidap diabetes dan darah tinggi, mereka harus mengendalikan kadar gula dan tekanan darah.

“Intinya, hidup dengan satu atau dua ginjal tak ada bedanya. Seseorang yang hidup dengan satu ginjal tidak memerlukan perlakuan khusus. Apa yang dianjurkan dan dilarang untuk manusia dengan dua ginjal berlaku pula untuk seseorang yang hidup dengan satu ginjal,” tegas dr Djoko.

Dijelaskan, meskipun air merupakan bahan baku bagi metabolisme tubuh, terlalu banyak air justru berakibat buruk bagi tubuh. Kelebihan air dalam tubuh akan menyebabkan intoksifikasi air yang berdampak negatif terhadap organ-organ tubuh. Ginjal kelebihan beban sehingga menyebabkan kelelahan dan perubahan daya larut. Akibat lain, sel otak terpengaruh dan berujung pada sulit berkonsentrasi dan mudah pusing. Paru-paru juga bisa tergenang air sehingga menimbulkan sesak napas.