Kecantikan seseorang yang terkena penyakit ginjal kronik bakal surut. Warna kulit menjadi lebih gelap. Kulit juga kehilangan elastisitas dan tak jarang terasa gatal. Kuku terlihat kotor, sedangkan mulut berbau dan mudah terkena sariawan.
“Kalau sebelumnya orang itu energik, setelah terkena ginjal kronik ia akan terlihat lemas dan loyo. Perlu dilakukan perawatan untuk meminimalkan terjadinya gangguan,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (8/11).

Untuk mengatasi masalah kulit, penderita disarankan mengoleskan pelembab seperti baby oil. Fungsinya untuk melembabkan dan melembutkan kulit yang kering dan kasar akibat penumpukan kalsium fosfat di bawah kulit.

Penumpukan kalsium fosfat bisa diminimalkan dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung fosfat. Untuk mempercepat penurunan kadar fosfat, dokter biasanya memberikan obat antihistamin. Tetapi kadang hasil mengonsumsi obat itu tak seperti yang diharapkan sehingga diperlukan tambahan obat penahan fosfat.

“Terkait mulut, agar gusi tidak berdarah, penderita sebaiknya memakai sikat gigi berbulu lembut,” ujar dr Djoko. Gusi penderita ginjal kronik tidak sehat sehingga lebih mudah berdarah. Usai cuci darah, penderita biasanya menjadi sangat haus. Padahal, ia tak boleh banyak minum. Untuk mengatasi rasa haus sekaligus menyegarkan mulus, disarankan penderita menggunakan obat kumur rasa menthol. (lee)