Tekanan darah dan ginjal saling mempengaruhi. Tekanan darah yang tidak normal bisa menjadi penyebab gangguan pada ginjal. Sebaliknya, ginjal yang terganggu dapat memicu terjadinya masalah pada tekanan darah.

Idealnya tekanan darah seseorang di kisaran 120/80. “Sampai 130/85 masih bisa ditoleransi. Namun, bila lebih dari itu sudah termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam rangkaian talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (25/10).

Salah satu dokter senior itu menjelaskan, hipertensi berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal. Peredaran darah pun terganggu. Kondisi itu memicu terjadinya penjendalan dan penyumbatan pembuluh darah. Dalam batas tertentu, otak akan terserang dan penderita akhirnya mengalami stroke.

Untuk mencegah terjadinya hal itu, sedini mungkin setiap orang idealnya menyadari adanya faktor-faktor risiko. Seseorang yang salah satu atau kedua orang tuanya menderita gangguan ginjal perlu waspada. Begitu pula bila ia memiliki garis keturunan gemuk.

“Jauhi kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi yang tidak seimbang dengan pembakarannya, meminum alkohol, dan merokok,” ingat dr Djoko. Ketidakseimbangan antara waktu istirahat dan bekerja juga merupakan faktor risiko penyakit ginjal.

Menyitir ucapannya dalam talkshow sebelumnya, dokter yang berpraktik di Siloam Hospital (dulu RS Budi Mulia) Surabaya itu menegaskan bahwa penyakit tidak diturunkan secara random. Tuhan menurunkannya pada orang-orang yang berisiko, yaitu yang gaya hidupnya tidak sehat. Jadi, kesehatan juga harus diupayakan dengan berbagai cara.