Agar kerusakan ginjal tidak semakin parah, makanan yang dikonsumsi penderita penyakit ginjal kronik harus benar-benar diperhatikan. Apalagi, ada beberapa zat makanan yang justru membahayakan penderita.
“Yaitu, kalium, natrium, dan fosfat. Kalium biasanya terdapat di daging, kaldu, dan buah-buahan, terutama anggur, mangga, pisang raja,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (1/11).

Sedangkan fosfat ada di, antara lain, susu, keju, cokelat, es krim, telur, dan makanan laut. Dalam keadaan normal, fosfat diperlukan untuk perpindahan energi dan saraf. Kerusakan ginjal menyebabkan penumpukan fosfat di dalam tubuh. Fosfat yang tidak dapat dibuang itu akan mengerak dan menumpuk di bawah kulit. Hal tersebut menyebabkan gatal-gatal dan infeksi pada kulit.

Penderita penyakit ginjal kronik yang sudah termasuk dalam kategori berat dan menjalani cuci darah sama sekali tak boleh mengonsumsi buah. Sedangkan penderita kategori sedang masih diperkenankan mengonsumsi buah yang rendah kalium. “Makan pisang boleh, asalkan bukan pisang raja. Lebih baik lagi bila mengonsumsi pisang rebus yang air rebusannya dibuang dulu,” ungkap dr Djoko.

Makanan-minuman lain yang termasuk daftar hitam bagi penderita penyakit ginjal, di antaranya, makanan asin, minuman ringan (soft drink), dan semua makanan yang mengandung penyedap rasa atau vetsin, zat pengawet, maupun garam.

“Penderita penyakit ginjal hendaknya selalu mengontrol penggunaan garam dapur. Boleh memakai sedikit garam, asalkan masakan jangan sampai terasa asin,” tukasnya.

Bila masakan terasa asin, berarti garam yang digunakan sekitar enam gram. Padahal, penderita penyakit ginjal hanya diperbolehkan mengonsumsi dua gram garam sehari. (lee)