Rantai Ketiga

Tampak gambar seekor monyet yang bergelantungan naik dan turun dari satu dahan ke dahan yang lainnya. dengan memegang Kristal yang melukiskan Pikiran Resah yang senantiasa melompat lompat, muncul dan lenyap.

Kristal melambangkan Akibat dari Tindakan yang dilakukan. Apabila kristalnya Bening, berarti Kebajikan di sana; tetapi kalau Kristalnya Keruh, maka demikian pula Tindakan, Ucapan dan Pikirannya.

Dengan Merasakan samsara, menyediakan makanan agar kesadaran berkembang. Rantai ini membuat kesadaran menjadi cukup kuat untuk menyambung ke kehidupan berikutnya.

Gambar tersebut menjelaskan kesadaran menyambung dari satu kehidupan ke kehidupan yang berikutnya, terkadang ke alam yang lebih tinggi dan terkadang ke alam yang lebih rendah. Pada saat kesadaran tersebut timbul, maka pada saat itu pula akan timbul tubuh jasmani.

 

 

 

Rantai Keempat

Tampak gambar dua orang berada dalam satu perahu. Gambar ini melukiskan perpaduan nama dan rupa untuk membentuk manusia. Nama terdiri dari unsur batin sedangkan rupa terdiri dari unsur bentuk, yaitu padat, cair, panas dan udara. Kedua unsur tersebut menyatu sedemikian rupa.

 

 

Rantai Kelima

Tampak gambar bangunan yang masih kosong dengan enam jendela. Gambar tersebut melukiskan enam landasan indera, yang terdiri atas mata, telinga, hidung, mulut, tubuh dan bentuk-bentuk pikiran. Indera-indera tersebut masih belum bekerja.

 

 

 

Rantai Keenam

Tampak seorang laki-laki dan seorang perempuan sedang pacaran. Gambar ini melukiskan adanya kontak, yaitu pertemuan indera dengan obyeknya. Seperti mata – bentuk, telinga – suara, lidah – rasa, kulit – sentuhan, hidung – bau dan bentuk-bentuk pikiran – batin. Dengan adanya kontak tersebut menimbulkan perasaan.

 

 

Rantai Ketujuh

Tampak seorang yang terkena panah yang membutakan kedua matanya. Yang membuat kita tidak dapat melihat sama sekali. Gambar ini menunjukan perasaan bahagia atau penderitaan. Pada saat ada kontak maka pada saat itu timbul perasaan. Jika hal itu baik maka kita menyukai, tetapi kalau hal itu tidak baik kita membenci, kita tidak menginginkannya.  Suara, penglihatan, sentuhan, perasa, bau atau bentuk-bentuk pikiran dapat membuat bahagia dan penderitaan. Pada saat orang memuji anda, anda bahagia. Tetapi pada saat orang mencela, anda menjadi sedih. Perasaan ini membuat kita buta terhadap sifat alami dari setiap situasi.

Rantai Kedelapan

Tampak orang sedang meminum arak. Gambar ini menunjukkan nafsu keinginan yang selalu menuntut keinginan. Orang mengejar pada bentuk-bentuk tertentu, suara-suara tertentu, rasa tertentu, sentuhan tertentu.

Keinginan tersebut lambat laun menjadi semakin besar. Kita tidak akan berhenti mengejar apa yang kita inginkan dan kita tidak dapat berhenti terhadap apa yang kita tidak harapkan. Nafsu kinginan ini menimbulkan kemelekatan.

 

 

 

 

 

Rantai Kesembilan

Tampak gambar monyet sedang meraih buah-buahan. Monyet tersebut akan mengambil benda yang disukai tetapi menolak apa yang tidak disukai.

 

 

 

 

Rantai Kesepuluh

Tampak seorang ibu yang hamil. Gambar ini menunjukan penjelmaan. Hasil kumpulan karma yang menghasilkan keadaan mendatang, nafsu keinginan dan kemelekatan. Penjelmaan ini menimbulkan sebab dan kondisi. Dia membuat kita terlahir di 5 (lima) alam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rantai Kesebelas

Rantai kesebelas ini adalah hasil dari sebab dan kondisi berkelanjutan yang dihasilkan oleh rantai sebelumnya. Gambar ini menunjukan kelahiran. Berdasarkan karma, sebab dan kondisi, orang terlahir dalam salah satu alam tersebut. Kelahiran di alam manusia merupakan kesempatan yang terbaik. Orang dapat terlahir pula di alam surga, neraka, hewan maupun setan. Pada saat kondisinya berbuah maka orang terlahir di salah satu alam tersebut.

 

Rantai Keduabelas

Tampak orang tua dan orang mati. Saat terjadi kelahiran akan diikuti usia tua dan kematian. Kelahiran merupakan awal kematian. Kematian adalah siklus kelahiran berikutnya.

Gambar Raksasa melambangkan waktu. Raksasa tersebut memakan masa kehidupan setiap makhluk dalam lingkaran roda samsara. Waktu yang dimaksud adalah usia kehidupan makhluk. Dengan berjalannya waktu orang tumbuh dari bayi, anak kecil, remaja, dewasa, tua dan akhirnya mati.

Sementara di atas kepala raksasa ada 5 (lima) tengkorak, hal ini menunjukan 5 (lima) skandha, yaitu : perasaan, pencerapan, kesadaran, keinginan dan bentuk-bentuk pikiran.

Kuku raksasa yang tajam memegang erat roda samsara. Hal ini menunjukan selama berada dalam roda samsara, raksasa tersebut tidak memberikan kesempatan makhluk-makhluk untuk keluar dari perputaran tersebut. Apabila ada yang mampu keluar, ini merupakan hal yang luar biasa.

Sementara itu di atas gambar roda samsara ada Buddha yang menunjuk ke arah bulan atau jalan pembebasan. Orang sering menggambarkan sebagai alam Sukkhawati, yaitu alam menuju pembebesan. Apa maksud dari gambar tersebut ? Buddha menunjukkan jalan kepada makhluk-makhluk untuk keluar dari roda samsara, melalui Empat Kesunyataan Mulia, yaitu Jalan Beruas delapan yang terdiri dari Pengertian Benar, Pikiran Benar, Ucapan Benar, Ucapan Benar, Mata Pencaharian Benar, Daya Upaya Benar, Perhatian Benar dan Konsentrasi Benar.